Jumat, 15 Maret 2013



BINTARA 14.1 WATUKOSEK 2004
(ESA BIRAWA)

A.       SEJARAH 

Pusat Pendidikan Brimob (Pusdik Brimob) Watukosek adalah salah satu lembaga pendidikan kepolisian yang dimiliki oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Di Pusdik Brimob inilah sebagai cikal bakal insan Brimob yang merupakan pasukan khusus yang dimiliki oleh Polri dengan 6 kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh satuan lainnya. Di bawah gunung penanggungan calon seluruh siswa dididik dan dibina hingga menjadi seorang anggota Brimob yang handal, cerdas professional dan proporsional dalam menjalankan tugas yang akan diembannya. Di Bumi Kandung Watukosek inilah kini Brimob berkembang menjadi besar di seluruh nusantara dan senantiasa disegani oleh setiap kawan dan lawan dan senantiasa menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dengan tetap berpedoman kepada ketentuan hukum, tegas serta humanis.
 1 Februari 2004 bertepatan dengan kumandang Takbir hari raya Idul Adha 1424 H untuk pertama kalinya Pusdik Brimob menerima siswa Bintara Brimob dimana pada tahun 2003 di Pusdik Brimob menerima siswa bintara untuk fungsi tugas umum. Pendidikan Bintara Brimob tersebut merupakan salah satu wujud Reformasi Birokrasi Polri (RBP I) dimana telah dilaksanakan perubahan dalam system pendidikan personil polri yang dikenal dengan system 5-5-1. Yang dimaksud system pendidikan 5-5-1 yaitu siswa akan mengalami 3 (tiga) tahap pendidikan yaitu 5 bulan pendidikan di pusdik brimob, 5 bulan melaksanakan praktek kerja (magang) di masing-masing Polda dan 1 bulan akan melaksanakan pemantapan di Markas Komando Korbrimob.
Dalam rangka program RBP I tersebut Mabes Polri melakukan seleksi yang sangat ketat kepada putra-putri terbaik bangsa dan sebanyak 200 orang yang berasal dari seluruh nusantara dinyatakan lulus selanjutnya mengikuti pendidikan di Bumi Kandung Watukosek. 200 orang tersebut merupakan pengiriman dari 7 Polda yang terdiri dari 50 orang dari Polda Metro Jaya, 25 Orang dari Polda Jawa Barat, 25 orang dari Polda Jawa Tengah, 25 orang dari Polda Jawa Timur, 25 orang dari Polda Bali, 25 orang dari Polda DI Yogyakarta, 25 orang dari Polda Lampung.
Selanjutnya 200 orang siswa bintara brimob ini di tempatkan di batalyon B Pusdik Brimob yang terbagi menjadi 2 kompi dan 8 peleton dimana masing-masing peleton terdiri dari 25 orang siswa. Hari pertama siswa disibukkan dengan pembagian perlengkapan perorangan selama pelaksanaan pendidikan, pembagian kompi, peleton serta barak tempat tinggal. Hari kedua seluruh siswa dikumpulkan untuk saling mengenal satu dengan lainnya, mengenal seluruh Pembina serta melaksanakan kurve dilingkungan batalyon dan barak siswa, melaksanakan latihan upacara pembukaan pendidikan. Hari ketiga merupakan hari yang tak terlupakan bagi seluruh siswa bintara brinmob Watukosek dimana untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di lapangan Gajah Mada untuk mengikuti upacara pembukaan Pendidikan Dan Pembentukan Bintara Brimob Watukosek Gelombang I Tahun 2004. Pelaksanaan upacara berjalan dengan kidmat yang diikuti oleh seluruh siswa, Pembina, pejabat utama Pusdik Brimob serta tamu undangan. Dengan selesainya upacara pembukaan pendidikan maka secara resmi 200 orang siswa secara resmi dinyatakan sebagai siswa Pendidikan Dan Pembentukan Bintara Brimob Watukosek Gelombang I Tahun 2004.
Usai pelaksanaan upacara seluruh siswa tetap berkumpul di lapangan Gajah Mada menunggu instruksi dari para Pembina. Disela-sela siswa mengendorkan otot kaki karena tegang pada saat pelaksanaan upacara tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras (suara ledakan powerjel) serentak mereka bertiarap mencari perlindungan. Bunyi ledakan tersebut ternyata adalah sebagai tanda dimulainya kegiatan bintra bagi seluruh siswa yang akan melaksanakan pendidikan di pusdik brimob. Kegiatan bintra dimulai dengan merayap, mengguling dan berlari di sepanjang lapangan gajah mada yang selanjutnya dilaksanakan kegiatan long march ke sumber tetek (sumber air yang berada di lereng gunung penanggungan). Sumber tetek merupakan tempat pertapaan Prabu Airlangga selain sebagai tempat pertapaan Prabu Airlangga, petirtaan ini juga di fungsikan sebagai pemandian selir-selir Prabu Airlangga. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian dibangunlah 2 patung permaisuri Prabu Airlanga, yaitu Dewei Laksmi dan Dewi Sri. Pada dua patung tersebut, mengalir aliran air dari bentuk Payudara patung, dan karenanya petirtaan ini terkadang di sebut sebagai Sumber Tetek (Tetek : Payudara, Jawa)
Hari demi hari telah dilalui oleh 200 siswa bintara brimob dengan menyimpan segudang cerita yang takkan pernah habis hingga akhir hayat. Lelah, letih, sakit, suka, duka dan derita dilalui bersama oleh seluruh siswa hingga menumbuhkan semangat jiwa korsa yang kuat antara satu dengan lainnya. Pukulan, tamparan, cacian dan hinaan adalah menu wajib yang harus ditelan oleh seluruh siswa. Asinnya keringat menambah lezat menu makan pagi, siang dan malam karena setiap akan melaksanakan makan seluruh siswa wajib mengikuti ritual lari. Tato yang ada di punggung jari dan pundak setiap siswa menjadi saksi panasnya aspal lapangan batalyon B. Harumnya parfum dari Sembur Gatame takkan pernah hilang aromanya hingga ajal menjemput.
Hingga tiba suatu hari dimana semua penderitaan tersebut akhirnya bermuara pada kegembiraan, kebanggaan disaat roda kompas menempel didada dan baret biru disematkan dikepala. Tanggal 26 Juni 2004 telah lahir 200 orang Bintara Brimob dari Bumi Kandung Watukosek. Dimana dihari tersebut 200 siswa bintara Brimob dilantik menjadi anggota Brimob Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua oleh Kakorbrimob Irjen Pol. Drs. S.Y. Wenas dengan Kapusdik Kombes Pol. Drs. B. Krishermato.
Namun kegembiraan seluruh personil bintara brimob watukosek angkatan 14.1 tersebut kembali direnggut karena mereka harus dipisahkan karena harus mengikuti kegiatan magang selama 5 bulan di satbrimob daerah. Sebelum meninggalkan Bumi Kandung Watukosek seluruh Siswa berpamitan dengan para pembina di mana yang tadinya rasa kebencian yang membara di dada tersiram dengan kucuran air mata karena keharuan disaat perpisahan dengan para Pembina.
Setelah 5 bulan menjalani kegiatan magang di satbrimob daerah, di bulan November 2004 untuk pertama kalinya 200 orang bintara brimob menginjakkan kakinya di Mako Korbrimob Kelapadua, Depok. Selanjutnya 200 orang bintara brimob ini akan menjalani kegiatan pemantapan selama 1 bulan atau 5 minggu di Mako Korbrimob, Sat I Gegana, Sat II Pelopor, Sat III Pelopor dan Puslat Korbrimob yang meliputi 5 kemampuan Brimob yaitu SAR, GAG, KLBM, Wanteror, dan Jihandak.
Pada tanggal 4 Januari 2005 sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Korps Brimob Polri No. Pol : Skep/01/I/2005 tentang penempatan personil bintara Brimob dimana dari 200 orang ditempatkan di seluruh jajaran Korbrimob antara lain : 3 orang ditempatkan di Mako Korbrimob karena memiliki background pendidikan kesehatan, 72 orang ditempatkan di Satuan II Pelopor dan 125 orang ditempatkan di Satuan III Pelopor. Di masing-masing kasatuan inilah bintara brimob muda mulai meniti karir mengabdikan seluruh jiwa dan raga untuk bangsa dan Negara. Dipundak 200 orang inilah dititipkan pesan untuk membangun Korps Brimob menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang senantiasa berpegang teguh terhadap hokum dan senantiasa bertindak secara tegas, professional, proporsional serta humanis dan mampu bermitra dengan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar